Sejak lahir, bayi Gustina sudah divonis menderita kelainan lahir tanpa anus. Perut mungilnya kini harus dilubangi untuk membantunya buang air. Namun tidak seharusnya kelainan yang diderita Gustina dibiarkan begitu saja, ia harus segera menjalani pengobatan. Sedihnya, Januari lalu Ayahnya meninggal dunia karena sakit yang tak bisa diobati. Kini bayi Gustina hanya bisa menggantungkan keselamatannya kepada Ibunya yang harus berjuang sendirian.

Dibalik wajahnya yang cantik, imut nan gemas, terdapat penderitaan yang harus dilalui Gustina (18 bulan) di usianya yang masih sangat belia. Bayi kecil itu menderita kelainan lahir tanpa anus!
Perut kecilnya kini terpaksa harus dilubangi sebagai jalan untuknya buang air. Kisah kecilnya yang harusnya penuh kebahagiaan canda dan tawa, harus dilaluinya dengan penuh perjuangan dan rasa sakit.

Gustina masih sangat belia, bahkan berbicara saja ia belum bisa. Hanya lewat tangisan, ia bisa mengadu sakit ke Ibunya. Namun sedihnya, setiap kali ia menangis itu justru menambah rasa sakit yang dirasakannya.
Akibat penyakitnya ini tumbuh kembang Gustina juga terhambat. Badannya kecil seperti kekurangan gizi. Dokter juga bilang bahwa Gustina harusnya menjalani berbagai operasi dan perawatan medis agar bisa selamat dari sakitnya, dan bisa menjaga tumbuh kembangnya.

Mirisnya, rasa sakit yang dirasakan Gustina tidak hanya karena kelainannya saja. Namun juga rasa sakit setelah kehilangan sang Ayah awal tahun kemarin. Ayahnya meninggal karena menderita sakit namun tidak bisa berobat terkendala biaya.
Kini hanya Ibunya saja yang berjuang untuk keselamatan Gustina. Dengan bekerja serabutan yang tidak menentu penghasilannya, Ibunya terus berjuang sendirian. Ia takut jika Gustina bernasib sama seperti Ayahnya karena tidak kunjung bisa diobati.

Namun mau bagaimanapun Ibunya berusaha, rasanya sangat sulit untuk bisa mengumpulkan biaya puluhan juta dalam waktu singkat. Jangankan untuk berobat, untuk membeli kantong kolostomi atau susu formula saja mereka sudah kesulitan.
Ya Allah, lantas bagaimana caranya Gustina bisa sembuh dan tumbuh normal seperti anak-anak lainnya? Tak terbayang bagaimana rasa sakit yang harus dirasakan bocah kecil itu sendirian.
Meski begitu, Ibunya tidak pernah menyerah. Ia percaya, pasti ada jalan dan pasti ada keajaiban untuk Gustina bisa sembuh.
***
Kak, Gustina masih sangatlah kecil. Masa depannya masih sangat-sangat panjang. Namun ia sudah harus rasakan kepiluan dan kesakitan ini sendirian.
Maukah sama-sama kita bantu dan temani Gustina agar bisa berobat dan sembuh dari penyakit langkanya ini? Yuk kita temani bayi cantik ini bisa sembuh dan hidup seperti bayi-bayi lainnya, dengan cara:
Terima kasih, #OrangBaik!